PRAKENAL
"Bukan kematian yang aku takutkan, melainkan bila dibunuh sepi."
TIADA kemalangan bagi seorang perempuan ketika lahir, kanak-kanak, remaja, menikah, melahirkan, membesarkan anak-anak, kemudian ditinggalkan oleh anak-anaknya. Mati dalam kesendirian.
Ini kisah tentang seorang perempuan bernama Gadis. Ia berhenti sebagai perempuan, membunuh manja, memupus lemah, melepas ketergantungan kepada laki-laki.
Dengan tangan dan air mata, ia membesarkan anak-anaknya di rumah batu. Setelah merasa menjadi hebat, anak-anaknya satu persatu meninggalkan dirinya. Ada yang pergi dengan meninggalkan beban untuk Gadis.
Penghujung usia menjadi takdir bagi Gadis untuk sendiri di dalam sunyi.
#perempuanbatih bukan hanya tentang perempuan. Novel ini adalah catatan yang sempurna tentang perubahan sosial di Minangkabau. Negeri dengan ranah matrilineal terbesar di dunia. Di ranah itu, menjadi perempuan justru adalah sebuah dilema.


Komentar
Posting Komentar